A.
Mendengarkan
Pembacaan Teks Drama Pendek
TujuanPembelajaran:
Anda diharapkan mampu mendiskusikan isi teks drama pendek dari berbagai segi dan menyimpulkannya sesuai situasi dan konteks.
Anda diharapkan mampu mendiskusikan isi teks drama pendek dari berbagai segi dan menyimpulkannya sesuai situasi dan konteks.
1. Mendiskusikan Isi Teks Drama
Drama merupakan
mediator berekspresi diri setiap orang yang menyukai dunia akting. Namun
demikian, tidak semua siswa memiliki kegemaran dalam dunia drama atau teater.
Drama merupakan salah satu langkah atau cara untuk mendewasakan seseorang dalam
berperilaku dan berinteraksi dengan makhluk lain dalam hidupnya. Oleh karena
itu, drama sangat penting untuk dibaca, dinikmati, dan dilakukan dalam kelas
sosiodrama yang efektif dan efesien. Drama dapat diklasifikasikan menjadi empat
jenis, yaitu: tragedi (duka cerita), komedi (drama ria), melodrama, dan dagelan
(farce).
B.
Membaca
Cepat Teks
TujuanPembelajaran:
Anda diharapkan mampu membaca cepat teks dengan kecepatan 300 – 350 kata per menit, menemukan gagasan pokoknya, dan menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan.
Anda diharapkan mampu membaca cepat teks dengan kecepatan 300 – 350 kata per menit, menemukan gagasan pokoknya, dan menjawab secara benar 75% dari seluruh pertanyaan.
1. Membaca Cepat Teks dengan Kecepatan 300-350 Kata/Menit
Membaca cepat
adalah memahami suatu tulisan dengan cepat. Bersamaan membaca, pikiran pun
harus memahami makna bacaan yang dibaca. Oleh karenanya, sedemikian cepatnya
pikiran dan hati membaca dan memahami suatu tulisan. Ketepatan dan kecepatan
membaca akan terbangun dengan sendirinya apabila sering berlatih membaca.
2. Menemukan Gagasan Pokok
Untuk dapat
memahami gagasan pokok dengan cermat dan cepat Anda perlu banyak berlatih
membaca. Karena setiap membaca dan memahami sebuah tulisan dengan cepat,
hasilnya pun akan tepat. Langkah-langkah yang tepat dan cepat dalam membaca dan
memahami maknanya adalah sebagai berikut:
a. Mempersiapkan diri secara
psikologis sebelum membaca.
b. Membaca tulisan dengan tenang
namun cepat.
c. Sambil membaca, memberikan
tanda-tanda yang merupakan gagasan pokok dan gagasan utamanya.
d. Menyediakan stopwatch atau jam
tangan untuk mengukur kecepatan dan ketepatan dalam membaca.
e. Membaca dengan penuh
konsentrasi.
3. Membuat Rangkuman dari Hasil Membaca Cepat
Anda sudah bisa
membaca cepat dengan kecepatan 300 - 350 kata per menit dan menemukan gagasan
pokok. Langkah selanjutnya adalah merangkum. Proses merangkum dari hasil
membaca cepat adalah mengumpul- kan semua gagasan-gagasan pokok pada tiap
paragraf yang sudah Anda lakukan.
C.
Menulis
Esai
TujuanPembelajaran:
Anda diharapkan mampu mendaftar gagasan utama tiap paragraf dan merangkum- nya, menyusun rangka esai, paragraf pembukaan, dan menuliskan isinya.
Anda diharapkan mampu mendaftar gagasan utama tiap paragraf dan merangkum- nya, menyusun rangka esai, paragraf pembukaan, dan menuliskan isinya.
Keterampilan
menulis sangat penting bagi siswa. Dengan menulis, dapat menuangkan ide, gagasan, dan daya
kreatif dalam bentuk tulisan. Selain
itu, dengan keterampilan menulis juga dapat mendatangkan keuntungan materi dan
ketenaran. Esai adalah suatu jenis komposisi yang membicarakan suatu pokok
masalah tunggal yang biasanya ber-angkat dari suatu pandangan pribadi
penulisnya. Menulis esai berarti menyampaikan gagasan kepada pembaca agar
pembaca mengetahui gagasan yang disampaikan.
1.
Membaca
esai
2.
Mendaftar
Gagasan Utama Tiap Paragraf
3.
Merangkum
Gagasan Utama Antarparagraf
Setiap esai
tentu memiliki gagasan utama yang disajikan oleh penulisnya di dalam kalimat
secara jelas, padat, dan isi, meskipun esai adalah suatu gagasan utama tunggal
yang diperluas melalui perincian, contoh, penjelasan, bukti, dan lain-lain. Gagasan
utama tersebut dinyatakan dalam suatu
kalimat yang jelas dan padat. Untuk itu, berdasarkan catatan gagasan utama tiap
paragraf tersebut, tulislah rangkumannya sehingga terbentuk gagasan utama
antarparagraf.
4.
Menyusun
Kerangka Paragraf
Langkah-langkah
menyusun paragraf dalam menulis esai adalah sebagai berikut.
a. Menentukan
judul esai.
b. Menentukan
topik permasalahan yang akan dibicarakan dalam tulisan.
c. Menentukan
tujuan penulisan esai.
d. Menentukan
jenis esai yang akan ditulis.
e. Membuat kerangka
paragrafnya.
f. Membuat
paragraf pembukanya.
g. Membuat
paragraf pengembangannya.
h. Membuat
paragraf penutupnya.
5.
Menyusun
Paragraf Pembuka
Dalam
menyusun paragraf pembukaan yang diperlukan adalah pemahaman topik dan gagasan
utama dari paragraf tersebut. Gagasan utama dalam sebuah paragraf merupakan
penentu untuk pengembangan ide-ide penjelas lain dalam satu paragraf tersebut.
Menyusun paragraf pembuka usahakan menggunakan penalaran deduktif atau
induktif. Penalaran deduktif berarti pokok pikiran di awal paragraf, sedangkan
paragraf induktif kesimpulan/gagasan pokok berada di akhir kalimat.
6.
Menuliskan
Isi
Setelah
membuat kerangka paragraf dan paragraf pembukaan, buatlah paragraf pengembangan
isi dengan model hampir sama dengan paragraf pembukaan. Hanya saja dalam
penulisan paragraf isi perlu menegaskan isi paragraf sebagai pesan yang akan
disampaikan kepada penulisnya. Berikut ini contoh formatnya.
Gagasan
utama : ....
Gagasan
penjelas: ....
Gagasan penjelas: ....
Gagasan
penjelas: ....
Gagasan
penjelas: ....
Kesimpulan
: ....
7.
Menyusun
Paragraf Penutup
Paragraf penutup
merupakan kesimpulan dari esai yang telah dibuat. Salinlah di buku tugas dan
cobalah menyusun paragraf penutup!
Gagasan Penjelas
: ....
Gagasan Penjelas
: ....
Gagasan Penjelas
: ....
Gagasan
Penutup/Utama/Kesimpulan: ....
8.
Memperbaiki
Tulisan
Dalam
menulis esai perlu diperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Baik
artinya komunikatif dan benar artinya harus sesuai dengan kaidah EYD.
D. Menemukan Unsur-unsur Intrinsik
Teks Drama
Tujuanpembelajaran:
Anda diharapkan mampu menemukan unsur-unsur intrinsik dalam teks drama.
Anda diharapkan mampu menemukan unsur-unsur intrinsik dalam teks drama.
Drama
adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidu- pan dengan
menyampaikan konflik melalui dialog. Unsur-unsur intrinsik drama adalah sebagai
berikut.
·
Plot atau kerangka cerita, merupakan jalinan
cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik
antara dua tokoh yang berlawanan. Unsur-unsur plot dijelaskan di bawah ini:
1)
Pelukisan awal cerita.
2)
Komplikasi atau pertikaian awal.
3)
Klimaks atau titik puncak cerita.
4)
Resolusi atau penyelesaian.
5)
Keputusan.
Plot
atau kerangka cerita drama ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
1)
Sirkuler, artinya cerita berkisar pada satu peristiwa saja.
2)
Linier, artinya cerita bergerak secara berurutan dari A-Z.
3)
Episodik, yaitu jalinan cerita itu terpisah, kemudian bertemu pada akhir
cerita.
·
Penokohan
atau perwatakan, yaitu orang yang berperan dalam drama. Perwatakan penokohan
dapat dibedakan menjadi berikut ini.
1) Protagonis,
yaitu tokoh yang mendukung cerita.
2) Antagonis,
yaitu tokoh yang menentang cerita.
3) Tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik
untuk tokoh protagonis maupun antagonis.
·
Dialog, yaitu percakapan dalam drama. Dalam
drama, dialog harus memenuhi dua tuntutan berikut ini:
1) Dialog harus
menunjang gerak dan laku tokohnya.
2) Dialog dalam
pentas harus lebih tajam daripada dialog sehari-hari.
·
Setting/landasan/tempat kejadian cerita biasanya
disebut juga latar cerita. Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
1) Setting
tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa dan tahun berapa
2) Setting waktu
berarti apakah lakon terjadi di waktu siang, sore, atau malam hari.
·
Tema atau nada dasar cerita merupakan gagasan
pokok yang terkandung dalam drama.
·
Amanat
atau pesan pengarang yang hendak disampaikan pengarang melalui dramanya harus
dicari oleh pembaca atau penonton. Amanat adalah maksud yang terkandung dalam
suatu drama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar